
Kebersihan sebuah cerminan bagi
setiap individu dalam menjaga kesehatan yang begitu penting dalam kehidupan
sehari-hari. Dan seperti yang kita ketahui bahwa kebersihan merupakan
suatu keadaan yang bebas dari segala kotoran, penyakit, dan lain lain, yang dapat
merugikan segala aspek yang menyangkut setiap kegiatan dan perilaku
lingkungan masyarakat. Dan sebagaimana di ketahui bahwa kehidupan manusia
sendiri tidak bisa dipisahkan baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial.
Maka sebagai individu harusnya segala aspek yang ada dalam masyarakat
harus dapat menjaga kebersihan lingkungan. Karena tanpa lingkungan yang bersih
setiap individu maupun masyarakat akan menderita sebab sebuah faktor yang
merugikan seperti kesehatan. Kesehatan itu begitu mahal harganya. Sehingga
semuanya harus di olah dengan baik . Lingkungan yang kotor berarti penganggu
kesehatan yang juga berarti membuat bibit penyakit. Namun segala sesuatu ada
kata perubahan hanya saja dalam segala persoalan-persoalan, semua ini tidak
dapat dijalankan tanpa sebuah kesadaran dari setiap individu masyarakat maupun
kelompok masyarakat untuk menjaga kebersihan, Maka Kebersihan itu tidak akan
berguna dan menimbulkan banyak kerugian. Sebagaimana kita ketahui bahwa
pandangan masyarakat tentang sadar lingkungan sangatlah minim/kurang.
Kesadaran dalam menjaga
lingkungan adalah keadaan
dimana individu masyarakat menyadari bahwa pentingnya sebuah ruang lingkup
(lingkungan) yang didalamnya, terdapat makhluk-makhluk hidup yang harus dijaga
kelestariannya agar dapat dirasakan oleh anak cucu kita dimasa yang akan
datang.
Sudah banyak orang yang
berbicara dan menulis sebuah artikel tentang kebersihan hidup masyarakat ,
banjir dan gaya hidup masyarakat umumnya. Namun gaya hidup masyarakat dikota
besar maupun di daerah-daerah kumuh masih belum juga ada ujungnya. Contoh
sederhana adalah kota Semarang.
Tiap musim hujan tiba, kota
Semarang sebagai bak kolam ikan. Dimana banyak ditemukan genangan air atau
banjir dari meluapnya air sungai ke pemukiman masyarakat Semarang.
Lantas gimana cara untuk
mengatasi masalah bencana musiman yang akut ini?
Sangat diperlukan kesadaran
bagi masyarakat kota Semarang. Mereka harus benar-benar sadar dan mengerti apa
bahaya gaya hidup dari dampak yang disebabkan dari membuang sampah sembarangan.
Karena sampah itu seperti
permainan efek domino yang menyebabkan dampak lainnya secara berurutan. Seperti
buang sampah disungai bisa membuat air tersendat dan akhirnya banjir hingga
pemukiman masyarakat , menyebabkan sarang penyakit (Diare , Muntaber , dll) dan
sarang nyamuk yang berakibatkan penyakit DBD (demam berdarah).
Jika setiap masyarakat tau cara memanajemen sampah
dengan baik , dari langkah yang sederhana yaitu membuangnya , maka segala efek
yang disebabkan banjir bisa dihindari. Apa saja manajemen pengolahan sampah
yang baik itu?
Pertama, ajarkan anak-anak pada saat usia dini agar
dapat tertanam dengan mudah dibenak anak-anak hingga dewasa kelak untuk
menerapkan gaya hidup bersih dan juga membuang sampah pada tempatnya. Tetapi
sebelum mengubah anak-anak dari dini , alangkah baiknya kita ubah kebiasaan
diri kita sendiri.
Kedua, bedakan sampah-sampah basah , kering , daur
ulang , dan berbahaya dengan mempersiapkan atau menyediakan tong dengan warna
tertentu. Agar anak-anak dapat mengetaui mana yang seharunya dibuang pada
tempatnya.
Ketiga, bentuk organisasi pengelolaan sampah meski
ditingkat kecil(RT/RW) ataupun menengah(Kelurahan/Kecamatan). Organisasi itu
yaitu jadwal rutin kerja bakti , pengumpulan dana buat beli bibit hijau
pengelolaan sampah masyarakat untuk program sampah daur ulang untuk kegiatan
sosial dan Pelajari teknologi pembuatan kompos dari sampah organik agar dapat
dimanfaatkan kembali untuk pupuk.
Namun dalam hal ini semuanya berjalan lebih baik
apabila dilakukan beberapa kegiatan atau penyuluhan dari pemerintah dan dinas
kesehatan kota Semarang untuk masyarakat yang akhirnya bisa menyadarkan
masyarakat yang sangat pentingnya kebersihan , betapa pentingnya dampak positif
jika membuang sampah sembarangan dan betapa indahnya sebuah kota Semarang ,
bersih , nyaman dan segar. Sehingga dengan demikian itulah aspek tersebut akan
membawa keuntungan bagi masyarakat kota Semarang .
Dari hal tersebut kita dapat
mengambil kesimpulan bahwa masyarakat masih belum peduli terhadap kebersihan
lingkungan sekitarnya. Kebanyakan dari mereka berfikir secara parsial dan hanya
ingin menguntungkan diri sendiri, seperti masalah pembuangan sampah yang tidak
pada tempatnya, pembungan limbah pabrik, polusi udara, pencemaran air,
dan lain-lain. Kasus-kasus yang menyangkut masalah kebersihan setiap tahunnya
selalu meningkat. Dan mengakibtakan keadaan yang merugikan kota Semarang
contohnya : banjir yang baru-baru ini terjadi karena banyaknya sampah yang
menumpuk di parit-parit rumah dan kanal air. Dengan sebuah perumpaan yang dapat
di bandingkan dengan teknologi maka dapat di perhatikan bahwa
secanggih-canggihnya teknologi tanpa didasari dengan kebersihan maka, teknologi
itu akan hancur. Jadi, dari hal tersebutlah kita harus menyadari kebersihan itu
penting. Marilah kita menjaga kebersihan secara bersama-sama dihari
“Kebangkitan Indonesia” agar dapat dicontoh dengan kota-kota besar lainnya di
Indonesia.